Selasa, 26 Januari 2021

 

(Bagian. 1)

MELIHAT LOKASI PEMBELAJARAN PETANI

            Pertanian dan ketahanan pangan merupakan harapan yang tak pernah putus dan selalu diusahakan diwilayah Balai Penyuluhan Pertanian Kecamtan Ngantru. Hubungan yang  saling menguntungkan pada sektor ini, secara kontinue diusahakan para petani. Sebagai contoh; budidaya pertanian kita, selalu diikuti dengan mata rantai usaha peternakan. Usaha ternak sapi misalnya , akan lebih berkembang pada suatu wilayah Pertanian atau Perkebunan,dimana bahan pokok pakannya mendukungnya.

(Foto tersebut diatas) adalah ;  Lokasi Peternak Bapak Sutopo, Petani  juga Peternak Sapi .Beliau adalah ketua Gapoktan Margo Mulyo Desa Padangan Kecamatan Ngantru. Sosok petani dan peternak ini menjadi contoh dan tempat belajar peternak disekitarnya.

Usaha ternak sapi, sangat tergantung keberhasilannya pada pemilihan bakalan ternak . ,Faktor terpenting diantaranya, yaitu ; mengetahui berat awal, guna menentukan atau sebagai dasar pemberian pakan setiap harinya, demikian juga halnya, apabila  waktunya pemasaran, dapat diketahui berat badan hasil usaha. Untuk memudahkan menaksir berat badan sapi, Pengalaman juga dari berbagai  informasi; untuk menentukan Berat Badan sapi dapat diperkirakan seperti , pada table berikut: 

Lingkar Dada (cm)

Kisaran Berat Badan  (Kg)

185-195

360-420

175-184

310-355

165-174

360-305

155-164

225-260

145-154

185-220

135-144

155-183

125-134

125-150

115-124

100-120

105-114

80-95

95-104

60-80

85-94

45-60

 

Pada umumnya….; Cara mengetahui atau Menaksir berat badan sapi dapat dilakukan  :

a.       Menimbang Sapi

 Cara ini adalah yang paling akurat dan tepat dan sudah diterapkan di peternakan-peternakan modern baik skala menengah maupun besar dan sudah mulai juga diterapkan oleh peternak peternak yang menginginkan kepastian harga. Tetapi cara ini tidak semuanya, dilakukan, karena ada keterbatasan.  Cara lain yang mudah digunakan , adalah dengan cara

Mengukur Lingkar Dada dan Panjang badan Sapi

b. Menggunakan teknik pengukuran badan yang kemudian dikonfersikan dengan berat badan sapi. Cara ini bisa kita gunakan jika kita memang sama sekali tidk ada pengalaman menaksir sapi di pasar hewan.

c..Sedangkan untuk yang sudah mahir, mereka biasa menaksir cukup dengan melihat visual sapi. Dan “ajaibnya” taksiran mereka melesetnya sangat tipis saat sapinya benar-benar ditimbang. Inilah hasil dari pengalaman selama bertahun-tahun. (Mudayat, SPt)

 


0 komentar:

Posting Komentar